WELCOME TO CATATAN GOWESSER

Sebuah blog yang didirikan oleh Saka Wahyu Hikmawan (lihat profil) yang berisi tentang informas-informasi film, seputar gowes, pengalaman penulis dan artikel lainnya :D

THE AMAZING RACE 21

The Amazing Race 21 Coming soon on September!

4 KOTA SURGA BAGI GOWESSER

Click to see this article

Hootowls

Jika anda penggemar lagu-lagu owl city atau hootowl, cek lirik owl city dan download lagunya di blog ini!

Manfaat Bersepeda

Siapa bilang bersepeda tidak menyenangkan? Bersepeda atau gowes banyak menyenangkan dan banyak manfaat tentunya.

Kamis, 25 April 2013

REVIEW : IRON MAN 3

IRON MAN 3      *movie review 57th*

"We are connected.."

Ini diaaa, film bertemakan superhero yang membuka musim panas Tahun 2013. Apa lagi kalau bukan "Iron Man 3" yang mungkin ditunggu2 kehadirannya oleh para pecinta film superhero. Selama waktu terus bergulir, Marvel sepertinya akan tetap memproduksi film-film superhero dengan tema dan cerita yang fresh. Dan akhirnya saya menonton "Iron Man 3" di saat premiere! bangga karena nonton lebih dulu haha

Iron Man 3 bersettingkan pasca kejadian di New York pada film The Avengers. Sebelumnya, diceritakan flashback suatu momen yang dihadiri oleh Tony Stark (Robert Downey Jr) di Swiss pada tahun 1999, yang ternyata kejadian tersebut memiliki dampak pada kehidupan Stark di masa sekarang. Di saat Stark memiliki hubungan dengan Pepper Potts (Gwyneth Paltrow) yang akhir-akhir ini berjalan tak mulus, kemunculan seorang teroris The Mandarin (Ben Kingsley) yang mengancam nyawa presiden lewat media massa menyulut amarah Stark dan pemerintah. Di sisi lain, seorang ilmuwan bernama  Killian (Guy Pearce) mengajak Potts agar bekerjasama untuk mengembangkan temuannya. Namun, hal tersbut tak terjadi, dan kecurigaan dialamatkan pada Killian terkait dengan teror yang dijalankan The Mandarin. Siapa sebenarnya Ilmuwan ini? Siapa The Mandarin? Apa rencana mereka?

Dibuka dengan soundtrack yang ngebeat, Iron Man 3 berhasil menghidupkan suasana dan jalinan cerita yang dibuat sangatlah menarik. Di film ini lebih banyak menyuguhkan adegan aksi serta memperlihatkan kecanggihan peralatan yang keren banget. Ditambah joke yang diselipkan di beberapa scene, membuat film ini benar-benar totally entertaining. Dari segi visual effects?? dua jempol dah. Keren!
Ada satu scene yang tidak terduga dan sedikit membuat saya tersenyum simpul. Recommended summer movie. Oh iya, endingnya membuat galau. Yang mungkin kegalauan ini akan terjawab setelah credit title. Sayang sekali saya melewatkan scene setelah credit title.


Overall : 8,5/10






Minggu, 14 April 2013

Movie Review : OBLIVION

*movie review* 56

OBLIVION

"Earth is memory worth fighting for"


Tahun ini, film dengan genre Sci.Fiction dan sejenisnya sepertinya sedang merajalela di dunia perfilman dan tema yang paling sering diangkat adalah tema berlatar post-appocalypse atau bumi di masa depan yang rusak karena bencana atau kiamat. Salah satunya yaitu "Oblivion" yang digarap oleh sutradara Joseph Kosinski (Tron Legacy). Film ini memang masuk dalam daftar list a-must-see movie saya tahun ini, dikarenakan karena temanya yang memang saya suka, lalu bergenre action/sci.fict, dan yang ketiga dibintangi oleh Tom Cruise. Yeah you know, rata-rata film yang dibintangi aktor satu ini, cukup memuaskan dan awesome. Apakah film ini juga demikian?

Dikisahkan bumi pada tahun 2077 setelah sebuah perang dahsyat antara penduduk bumi dan penginvasi yang dijuluki "pemakan bangkai". Hal ini dipicu karena "pemakan bangkai" menghancurkan satelit bumi, yaitu bulan yang mengakibatkan bencana hebat di bumi. Penduduk bumi menang dalam pertempuran ini, namun bumi menjadi tempat yang hancur dan tak layak dihuni. Diceritakan para penduduk bumi hijrah ke sebuah tempat tinggal baru yaitu di The Titan, sebuah satelit planet Saturnus.
Jack Harper (Tom Cruise),seorang teknisi yang ditugaskan bersama partnernya Victoria Olsen (Andrea Riseborough) untuk mengawasi kegiatan ekstraksi sumber daya alam yang masih dapat dimanfaatkan di bumi guna penduduk di Titan. Selama pengawasan tersebut, mereka berdua diarahkan oleh Sally yang berada di suatu tempat bernama Tet yang jauh dari Bumi. Keadaan berjalan seperti biasanya, sampai, Jack menemukan seorang survivor bernama Julia Rusokawa (Olga Kurylenko) dari kecelakaan misi Odyssey yang terjebak dalam kapsul tidurnya, setelah berpuluh-puluh tahun lamanya. Kehadiran Julia, membuat Jack merasa ada yang tak beres dengan apa yang ia alami selama ini. Rahasia apa yang dibawa oleh Julia? Siapa sebenarnya Jack harper ini? Siapa pula sebenarnya "pemakan bangkai" ini?

Film fiksi ilimiah satu ini membawa suatu atmosfer yang baru dibandingkan film fiksi ilmiah yang lain. Alur cerita dikemas dengan apik dan membuat penonton semakin penasaran dengan apa yang terjadi selanjutnya. Akting para aktor dan aktris yaa not bad lah, enjoyable enough. Yang menarik adalah para drone atau robot disini, serta settingnya yang amazing dengan CGI tingkat tinggi. Oh iya, ada satu scene yang twist banget menjelang ending. Yang membuat kita mengucap "oaalaaah..."

Overall : 8,1/10

Sabtu, 06 April 2013

REVIEW : CLOUD ATLAS



*movie review* 55th

CLOUD ATLAS

"Everything is connected"

Malam minggu ini saya sempatkan menonton sebuah film garapan tiga sutradara sekaligus dengan jajaran cast yang sudah terkenal dan tidak diragukan lagi kualitas aktingnya. Film yang diangkat dari novel best seller berjudul sama ini dengan durasi yang cukup panjang yaitu hampir tiga jam! Namun, anda akan dibuat terus penasaran dan dengan jalinan cerita yang saling menyambung satu sama lain serta sinematografi yang ciamik.

Cloud Atlas secara keseluruhan bercerita tentang kehidupan di masa lalu, masa sekarang serta masa depan yang saling terkait satu sama lain. Di dalamnya, film ini terbagi menjadi enam segmen cerita dengan latar belakang yang berbeda, setting tempat dan waktu yang berbeda dengan plot terpisah, namun terdapat benang merah yang menghubungkan antar segmen. Saran saya, kalau menonton film ini, harus benar-benar teliti dan konsentrasi, karena miss satu scene saja mungkin akan membuat anda kehilangan kata kunci utama film ini. Segmen pertama, pada tahun 1800an mengisahkan seorang seorang pengacara muda Adam Ewing (Jim Sturgess) mengikuti pelayaran pasifik bersama dengan keluarganya yang pebisnis budak, dimana nyawanya terancam dan diselamatkan oleh seorang budak. Segmen kedua, tahun 1930 mengisahkan seorang komposer muda Robert Frobisher (Ben whisaw) yang bekerja pada seorang komposer lanjut usia Vyvyan Ayrs (Jim Broadbent). Pada segmen ketiga, di tahun 1970an seorang jurnalis Luisa Rey (Halle Berry) ayng secara tidak sengaja terlibat dalam suatu konspirasi reaktor nuklir. Segmen keempat, pada tahun 2012, bercerita tentang pemilik percetakan buku Timothy cavendish (jim broadbent) yang mengalami krisis dan terlibat hutang piutang. Di segmen kelima, beralih di masa depan tahun 2100an bercerita tentang manusia kloning Sonmin-451 (Donna Bae) yang menemukan sebuah kebenaran memuakkan tentang jati dirinya dan mencari kebebasan untuk hidup. Di segmen terakhir, pada masa post-appocalypse yang bercerita tentang kehidupan suku pedalaman yang didatangi oleh seoang manusia modern dan membeberkan apa yang sebenarnya terjadi di dunia yang di amabang kehancuran.

Bisa saya katakan, Cloud Atlas merupakan sebuah karya materpiece yang keren (IMO). Sinematografinya bener2 keren, score film ini meskipun hanya instrumental namun sangat sangat mengena. Memang, di awal film kita masih dibuat bingung dengan enam cerita yang saling meloncat dengan editing yang cepat. Lambat laun, akan ketahuan apa yang hendak disampaikan. Settingnya keren apalagi gambaran Neo Seoul, dan dipersiapkan dengan baik, siapa menyangka mulai dari tahun 1800 sampai post-appocalypse tergabung dalam satu jalinan cerita. Oh ya, jangan lupa make up nya totalitas! Anda mungkin tidak tahu kalau bintang film yang sama akan muncul berulang kali dengan karakter berbeda. A well-done, and a must-see movie. Selamat nonton dan ingat, teliti !

Overall: 8,9/10

Jumat, 05 April 2013

Review : GI JOE : RETALIATION

*movie review* 54th

G.I. JOE : RETALIATION

G.I JOE! Siapa yang gak tau film action satu ini yang diangkat dari mainan milik Hasbro, just like Transformers. Filmnya yang pertama yang dirilis pada tahun 2009 menampilkan berbagai aksi yang seru serta gadget-gadget yang bikin kita geleng-geleng kepala melihatnya. Sekuelnya yang sebenarnya direncanakan rilis agustus tahun 2012, namun mundur menjadi bulan maret 2013 karena alasan tertentu.

Sekuelnya yang bertitel "Retaliation" ini bersettingkan beberapa waktu setelah film yang pertama. Sesuai dengan judulnya, film ini menceritakan tentang pembalasan dendam anak buah komandan Cobra yang berhasil ditangkap dan di penjara pada film sebelumnya. Zartan, Storm-Shadow dan Firefly memiliki rencana jahat untuk mencoba membebaskan komandan Kobra dengan cara menguasai gedung putih. Zartan menculik presiden AS dan mengambil alih pemerintahan. Di saat GI JOE ditugaskan untuk melucuti senjata nuklir di Pakistan, pengkhianatanpun terjadi dan pasukan Cobra berencana menguasai bumi dengan perang nuklir. Apakah GI JOE berhasil mencegah rencana Cobra?

Tidak usah ditanya mengenai aksi yang ditampilkan film ini, sekuel GI JOE ini full action dengan gadget-gadget canggih yang memanjakan mata. Dalam sekuelnya ini, bertambah beberapa karakter baru seperti hadirnya Bruce Willis sebagai General Joseph Colton. View pegunungan salju himalaya yang ditampilkan disini sungguh menkajubkan dan satu memorable scene yang keren banget ditampilkan di gunung salju ini yang sangat sayang bila terlewatkan. Sepanjang film juga diselipkan guyonan yang mengundang tawa saya. Secara keseluruhan, film ini benar-benar fun dan enjoyable buat saya. Bagi para pecinta film action dan bertema militer, jangan lewatkan film ini.

Overall : 8/10

Kamis, 21 Maret 2013

REVIEW : THE CROODS




*Movie Review* Movie ticket No.53

THE CROODS

"If they don't evolve, they'll be history"

Ini dia film animasi pertama yang mengawali serangkaian film animasi yang akan hadir di tahun 2013 ini. Dalam hal film ini, Hollywood seakan tidak pernah kehabisan ide. Saya yakin semua hal yang ada di dunia ini telah dijadikan versi animasinya, dan kali ini Dreamworks mengambil tema dari dunia pra sejarah. Jikalau kita mengingat-ingat film yang bertemakan dunia masa pra sejarah, dan lebih spesifik lagi tentang manusia gua, maka pasti anda akan mengingat animasi "Flintstone" yang sempat booming serialnya di tahun 90'an.

The Croods sendiri berkisah tentang keluarga manusia gua yang menamai keluarga mereka sebagai keluarga Croods. Mereka hidup di jaman Croodacius sebagai manusia gua yang selalu bersembunyi di dalam gua dan takut akan hal baru yang bisa membahayakan nyawa mereka. Namun, Eep (Emma Stone) anak dari Grug (Nicolas Cage) yang memimpin keluarga Croods, tidak begitu menyukai kehidupannya yang cenderung monoton di dalam gua, Eep memiliki keingintahuan yang tinggi dan menyukai hal-hal baru. Di saat seluruh keluarga terlelap, Eep pergi dari gua dan secara tak sengaja bertemu dengan Guy (Ryan Ryelnods), seorang pemuda yang penuh ide dan berpandangan ke depan dan menjadi love-interestnya Eep. Suatu hari, kehidupan mereka berubah ketika gempa bumi menghancurkan gua mereka dan terpaksa mereka harus bergerak mencari tempat perlindungan. Di tengah perjalanan, Guy kembali muncul dengan sebuah solusi atas kebingungan keluarga Croods yang mencari tempat tinggal baru. Bersama dengan Guy, keluarga Croods menuju ''Masa depan" dan belajar menjadi manusia yang modern dan penuh ide. Namun, kedatangan Guy yang brilian tidak disukai Grug karena ia merasa perannya memimpin keluarganya terancam. Apakah The Croods berhasil menuju "Masa Depan" ? Apakah Grug dapat meninggalkan kebiasaan lamanya dan beralih ke pandangan yang lebih maju?

Dari segi cerita, sebetulnya film animasi dengan tema "petualangan mencari jati diri" seperti ini memiliki formula yang kurang lebih sama dengan animasi lain dengan tema serupa dan menurut saya tidak ada yang istimewa dari segi cerita. Dari segi visual, film ini sangat memanjakan mata dengan warna-warni yang indah. Seperempat bagian di awal film, film didominasi warna gelap, dan selanjutnya warna-warna muncul dan pasti lebih menyenangkan ditonton dalam format 3D. Karakter yang ditampilkan memiliki ciri khas tersendiri yang lucu dan menghibur serta menggemaskan. Film ini juga memiliki pesan moral yang lumayan mengena, yang intinya kita harus selalu berpandangan ke depan, dan hadapi rasa takutmu. Satu hal lagi yang saya sukai adalah soundtrack film ini dibuat oleh Owl City:D


Overall : 7,8/10








Minggu, 10 Maret 2013

REVIEW : OZ THE GREAT AND POWERFUL


OZ : THE GREAT AND POWERFUL
*movie ticket ke 52*

Satu lagi film bertemakan fantasy/adventure rilis satu minggu setelah film bergenre sama Jack The Giant Slayer. Well, ini merupakan salah satu film yang saya tunggu kehadirannya di tahun ini, Selain saya memang suka dengan genre fantasy/adventure, film ini juga menampilkan jajaran cast yang terkenal.

Dibuka dengan scene hitam putih layaknya sebuah film klasik, film ini bercerita tentang seorang pesulap karnaval di sebuah kota kecil Kansas bernama Oscar Diggs (James Franco) yang meneyebut dirinya sebagai "Oz the great & powerful". Selama karirnya ia menjadi pesulap yang dinilai egois, serta penipu. Sampai suatu saat sebuah tornado menyapu Kansas dan ia ikut terbawa tornado bersama sebuah balon udara yang dinaikinya. Oz terdampar di sebuah negeri yang sangat berbeda, indah dan aneh yang memiliki nama yang sama dengannya, Land of Oz. Lalu Oz bertemu dengan tiga penyihir cantik Theodora (Mila Kunis), Evanora (Rachel Weisz) dan Glinda (Michelle Williams) yang meyakini bahwa Oz adalah penyihir hebat yang diramalkan akan menyelematkan Land Of Oz dari penyihir jahat dan kejam, Seiring berjalannya waktu, mereka menyadari bahwa Oz bukanlah penyihir hebat, namun bagaimanapun Oz harus tetap berusaha dan mengerahkan tenaga yang ia mampu untuk mengalahkan Sang penyihir jahat. Siapakah penyihir jahat tersebuit? Siapa yang harus dipercaya oleh Oz? Apakah Oz berhasil mengalahkan penyihir jahat?

Mudah ditebak. Ya, tak dapat dipungkiri film semacam ini memiliki formula yang sama dengan film sejenis pada umumnya dimana yang baik selalu menang dan jahat kalah, menimbulkan ending yang happily ever after. Sebut saja film seperti film Alice In Wonderland yang tidak berbeda jauh, dimana sang lakon terjebak di alternate world dan harus mengalahkan yang jahat dibalik semua kemustahilan. Secara keseluruhan film ini menghadirkan imajinasi yang megah dan hebat ala CGI Hollywood yang menakjubkan. Apalagi bila ditonton dalam versi 3D, Land Of Oz akan terlihat lebih indah dan nyata. Bagi yang menyukai hiburan yang segar, ringan, bergenre fantasy/adventure, film ini akan memanjakan mata teman-teman.

Overall : 7,9/10





Kamis, 28 Februari 2013

REVIEW : WARM BODIES

*movie review* Movie ticket ke-52

WARM BODIES

"He's still dead, but he's getting warmer"

Satu hal alasan kenapa saya menonton film ini karena film ini punya ide yang fresh! Sesuatu yang menurut saya unik dan memiliki cerita yang berbeda. Walaupun bisa dibilang mungkin ini kisah cinta tak lazim seperti halnya franchise Twilight, but it's definitely different ! Ya! Film bergenre komedi/romantis/fiksi ini bisa dibilang nyeleneh, karena ceritanya berkutat pada kisah cinta antara manusia dan zombie.

Dikisahkan dunia dilanda suatu epidemi yang menyebabkan banyak manusia menjadi mayat hidup alias zombie, just like resident evil tapi ini konyol sekali. Di kerumunan zombie-zombie tersebut ada satu zombie laki-laki bernama R (Nicholas Hoult) yang dapat menyerap kenangan-kenangan atau ingatan dar otak korban yang dimakan. Di sisi lain kota yang dilindungi dinding yang tinggi nan kokoh, terdapat populasi manusia yang normal. Pada suatu waktu, beberapa remaja pergi ke "dunia luar" untuk mencari persediaan obat-obatan yang tersisa di kota. Ketika sekerumunan zombie menyerang mereka, dimana R ada di antaranya, R tiba-tiba jatuh cinta dengan salah satu remaja tersebut bernama Julie dan ia selamatkan dari kematian. Hari demi hari mereka lalui dan ternyata romansa hadir di antara mereka, yang ternyata dapat mengembalikan R menjadi manusia normal begitu juga dengan zombie lainnya Namun, hubungan mereka berdua tidak diinginkan oleh "Bonnies", sekumpulan tengkorak jahat yang membuat mereka mengamuk. Ditambah ayah Julie yang menganggap R adalah zombie, no matter what. Apakah R dan zombie lainnya dapat kembali menjadi manusia normal? Apakah mereka selamat dari amukan bonnie??

Kisah komedi romantis yang ringan ini bisa dibilang cukup menghibur dengan tema yang unik melalui gaya penceritaan dari sudut si zombie. Soundtrack yang megiringi jalannya film juga catchy dan enak didengar, menambah kesan tersendiri dalam film.

Overall : 7,8/10