WELCOME TO CATATAN GOWESSER

Sebuah blog yang didirikan oleh Saka Wahyu Hikmawan (lihat profil) yang berisi tentang informas-informasi film, seputar gowes, pengalaman penulis dan artikel lainnya :D

THE AMAZING RACE 21

The Amazing Race 21 Coming soon on September!

4 KOTA SURGA BAGI GOWESSER

Click to see this article

Hootowls

Jika anda penggemar lagu-lagu owl city atau hootowl, cek lirik owl city dan download lagunya di blog ini!

Manfaat Bersepeda

Siapa bilang bersepeda tidak menyenangkan? Bersepeda atau gowes banyak menyenangkan dan banyak manfaat tentunya.

Sabtu, 15 Juni 2013

Review : MAN OF STEEL

*movie review*

MAN OF STEEL (2013)

" Clark Kent : The world is too big, mom. ." "Then make it small"


Magnificent! Satu kata yang terlintas dari otakku setelah keluar dari studio. Yap, si manusia baja, superman, salah satu tokoh superhero paling dikenal sepanjang sejarah ini hadir kembali dengan konsep yang berbeda dari film-film pendahulunya. Man Of Steel memang mencuri perhatian sejak Hollywood akan mereboot kisah manusia super ini dan terbukti menjadi salah satu film yang paling ditunggu-tunggu di tahun 2013 ini.

Man Of Steel berkisah mengenai awal mula kemunculan Superman/Clark Kent/ Kal El di muka bumi. Ketika planet Krypton dalam keadaan di ambang kehancuran karena kudeta yang dilakukan oleh General Zod serta keadaan Krypton yang tak stabuil. Jol El (Russel Crowe) beserta istrinya Lara (Ayelet Surer) mengirim anak laki-lakinya yang masih bayi bernama Kal El ke bumi untuk bertahan hidup dan dengan harapan untuk menyelamatkan bangsa Krypton. Setelah kehancuran Krypton terjadi, Kal El beberapa tahun kemudian tumbuh sebagai seorang pemuda Smallville, Kansas bernama Clark Kent (Henry Calvill) yang memilih untuk menyembunyikan kekuatan yang ia punya agar dapat berbaur dengan penduduk bumi. Sampai pada suatu kejadian, Kent menyelamatkan nyawa Lois Lane (Amy Adams) seorang jurnalis The Daily Planet. Dan semenjak kejadian itu, Lois tahu rahasia Kent. Sayangnya, Clark Kent tak sengaja telah mengirimkan sinyal kepada General Zod, sehingga Zod tahu keberadaan Kent. Zod yang merasa Kent harus berpihak kepadanya untuk membuat bumi musnah dan diganti menjadi Krypton yang baru, datang meneror bumi dan pertempuran antara Kent a.k.a Kal El dengan General Zod tak terhindarkan. Siapakah yang akan memenangkan pertarungan ini? Apakah Kal El pada akhirnya berpihak kepada Zod untuk menyelamatkan bangsanya?

Sebuah sajian apik dan menggelegar dengan gaya penyutradaraan Zack Snyder (Watchmen, 300) yang meyuguhkan visual efek yang tak perlu diragukan lagi kualitasnya. Alur yang dibuat yaitu maju, dengan potongan flashback cerita masa lalu Clark Kent semasa kecilnya. Masa kecil Clark Kent sebenarnya kurang digali lebih dalam serta tahapan perkembangan kekuatan super yang ia miliki dan lebih banyak fokus saat Kent sudah dewasa. Akting Russel Crowe sebagai Jol El, seperti film2 yang ia bintangi sebelumnya, hebat. Akting Amy Adams juga cukup memukau. Untuk yang tidak tahu seluk beluk superman, MOS menjadi jawaban yang tepat, karena orang yang seperti saya tak tahu menahu soal superman, dapat mengikuti film ini dengan baik. Adegan penghancuran kota mungkin terkesan alay, but disitulah visual efeknya yang menggelegar. Film yang menurut saya sangaaat kereeen! Good Job Zack!
Overall : 8,9/10

Jumat, 07 Juni 2013

Review : NOW YOU SEE ME

*Movie Review*


NOW YOU SEE ME

Yeah, setelah sekian lama puasa nonton sebulan karena muflis *bokek* akhirnya saya duduk di kursi sofa merah empuk di bioskop awal bulan ini. Kali ini film yang saya tonton bertemakan magic, dan memang saya sudah menargetkan ingin nonton film ini karena dilihat dari trailernya yang menurut saya cukup unik dan berbeda. Selain itu, NYSM dibintangi sederet jajaran cast Hollywood yang mentereng. Sebut saja Jesse Eissenberg (Zombieland, Social Network), Woody Harellson, Isla Fisher (Confessions of a shopaholic), bahkan duo mbah2 yang tampil apik di Batman Trilogy besutan Nolan yaitu Morgan Freeman & Michael Caine.

Now You See Me berkisah tentang empat pesulap jalanan, Daniel Atlas (Jesse Eisenberg), Henley (Isla Fisher), Jack Wilder (Dave Franco) dan Merrit (Woody Harrelson) yang hidupnya berubah dratis ketika mereka dipertemukan dalam satu tempat dan "diarahkan" untuk melakukan misi tertentu oleh pihak yang belum mereka ketahui. Sampai pada suatu saat aksi mereka didanai oleh seorang miliyuner Arthur Tressler (Michael Caine) dan mereka berempat menamai diri mereka sebagai The Four Horsemen. Dalam aksi pertama mereka, mereka berhasil merampok salah satu bank di Paris melalui aksi sulap di Las Vegas. Hal tersebut memicu FBI untuk mengejar mereka dan segera mengetahui bagaimana aksi yang impossible tersebut di lakukan. Siapakah sebenarnya dalang dibalik ini semua? Bagaimana mereka melakukannya? Apakah FBI berhasil menangkap mereka?

Sebuah sajian film yang menurut saya menarik, unik, berbeda dan  membuat saya berpikir dengan segala trik yang ditampilkan di dalam film. Plot yg terlalu cepat membuat saya meruntut2 ke adegan sebelumnya dan menerka-nerka kejadian selanjutnya. Twist berlapis yang dihadirkan dalam film ini tidak tanggung-tanggung, dan setiap saya menebak kejadian selanjutnya, ternyata berbeda jauh dari apa yang saya bayangkan. Namun, terlepas dari twist yang membingungkan, film ini sangat enjoyable dan entertaining enough. Cocok sebagai sajian di kala musim liburan saat ini.

Overall : 8/10

Kamis, 25 April 2013

REVIEW : IRON MAN 3

IRON MAN 3      *movie review 57th*

"We are connected.."

Ini diaaa, film bertemakan superhero yang membuka musim panas Tahun 2013. Apa lagi kalau bukan "Iron Man 3" yang mungkin ditunggu2 kehadirannya oleh para pecinta film superhero. Selama waktu terus bergulir, Marvel sepertinya akan tetap memproduksi film-film superhero dengan tema dan cerita yang fresh. Dan akhirnya saya menonton "Iron Man 3" di saat premiere! bangga karena nonton lebih dulu haha

Iron Man 3 bersettingkan pasca kejadian di New York pada film The Avengers. Sebelumnya, diceritakan flashback suatu momen yang dihadiri oleh Tony Stark (Robert Downey Jr) di Swiss pada tahun 1999, yang ternyata kejadian tersebut memiliki dampak pada kehidupan Stark di masa sekarang. Di saat Stark memiliki hubungan dengan Pepper Potts (Gwyneth Paltrow) yang akhir-akhir ini berjalan tak mulus, kemunculan seorang teroris The Mandarin (Ben Kingsley) yang mengancam nyawa presiden lewat media massa menyulut amarah Stark dan pemerintah. Di sisi lain, seorang ilmuwan bernama  Killian (Guy Pearce) mengajak Potts agar bekerjasama untuk mengembangkan temuannya. Namun, hal tersbut tak terjadi, dan kecurigaan dialamatkan pada Killian terkait dengan teror yang dijalankan The Mandarin. Siapa sebenarnya Ilmuwan ini? Siapa The Mandarin? Apa rencana mereka?

Dibuka dengan soundtrack yang ngebeat, Iron Man 3 berhasil menghidupkan suasana dan jalinan cerita yang dibuat sangatlah menarik. Di film ini lebih banyak menyuguhkan adegan aksi serta memperlihatkan kecanggihan peralatan yang keren banget. Ditambah joke yang diselipkan di beberapa scene, membuat film ini benar-benar totally entertaining. Dari segi visual effects?? dua jempol dah. Keren!
Ada satu scene yang tidak terduga dan sedikit membuat saya tersenyum simpul. Recommended summer movie. Oh iya, endingnya membuat galau. Yang mungkin kegalauan ini akan terjawab setelah credit title. Sayang sekali saya melewatkan scene setelah credit title.


Overall : 8,5/10






Minggu, 14 April 2013

Movie Review : OBLIVION

*movie review* 56

OBLIVION

"Earth is memory worth fighting for"


Tahun ini, film dengan genre Sci.Fiction dan sejenisnya sepertinya sedang merajalela di dunia perfilman dan tema yang paling sering diangkat adalah tema berlatar post-appocalypse atau bumi di masa depan yang rusak karena bencana atau kiamat. Salah satunya yaitu "Oblivion" yang digarap oleh sutradara Joseph Kosinski (Tron Legacy). Film ini memang masuk dalam daftar list a-must-see movie saya tahun ini, dikarenakan karena temanya yang memang saya suka, lalu bergenre action/sci.fict, dan yang ketiga dibintangi oleh Tom Cruise. Yeah you know, rata-rata film yang dibintangi aktor satu ini, cukup memuaskan dan awesome. Apakah film ini juga demikian?

Dikisahkan bumi pada tahun 2077 setelah sebuah perang dahsyat antara penduduk bumi dan penginvasi yang dijuluki "pemakan bangkai". Hal ini dipicu karena "pemakan bangkai" menghancurkan satelit bumi, yaitu bulan yang mengakibatkan bencana hebat di bumi. Penduduk bumi menang dalam pertempuran ini, namun bumi menjadi tempat yang hancur dan tak layak dihuni. Diceritakan para penduduk bumi hijrah ke sebuah tempat tinggal baru yaitu di The Titan, sebuah satelit planet Saturnus.
Jack Harper (Tom Cruise),seorang teknisi yang ditugaskan bersama partnernya Victoria Olsen (Andrea Riseborough) untuk mengawasi kegiatan ekstraksi sumber daya alam yang masih dapat dimanfaatkan di bumi guna penduduk di Titan. Selama pengawasan tersebut, mereka berdua diarahkan oleh Sally yang berada di suatu tempat bernama Tet yang jauh dari Bumi. Keadaan berjalan seperti biasanya, sampai, Jack menemukan seorang survivor bernama Julia Rusokawa (Olga Kurylenko) dari kecelakaan misi Odyssey yang terjebak dalam kapsul tidurnya, setelah berpuluh-puluh tahun lamanya. Kehadiran Julia, membuat Jack merasa ada yang tak beres dengan apa yang ia alami selama ini. Rahasia apa yang dibawa oleh Julia? Siapa sebenarnya Jack harper ini? Siapa pula sebenarnya "pemakan bangkai" ini?

Film fiksi ilimiah satu ini membawa suatu atmosfer yang baru dibandingkan film fiksi ilmiah yang lain. Alur cerita dikemas dengan apik dan membuat penonton semakin penasaran dengan apa yang terjadi selanjutnya. Akting para aktor dan aktris yaa not bad lah, enjoyable enough. Yang menarik adalah para drone atau robot disini, serta settingnya yang amazing dengan CGI tingkat tinggi. Oh iya, ada satu scene yang twist banget menjelang ending. Yang membuat kita mengucap "oaalaaah..."

Overall : 8,1/10

Sabtu, 06 April 2013

REVIEW : CLOUD ATLAS



*movie review* 55th

CLOUD ATLAS

"Everything is connected"

Malam minggu ini saya sempatkan menonton sebuah film garapan tiga sutradara sekaligus dengan jajaran cast yang sudah terkenal dan tidak diragukan lagi kualitas aktingnya. Film yang diangkat dari novel best seller berjudul sama ini dengan durasi yang cukup panjang yaitu hampir tiga jam! Namun, anda akan dibuat terus penasaran dan dengan jalinan cerita yang saling menyambung satu sama lain serta sinematografi yang ciamik.

Cloud Atlas secara keseluruhan bercerita tentang kehidupan di masa lalu, masa sekarang serta masa depan yang saling terkait satu sama lain. Di dalamnya, film ini terbagi menjadi enam segmen cerita dengan latar belakang yang berbeda, setting tempat dan waktu yang berbeda dengan plot terpisah, namun terdapat benang merah yang menghubungkan antar segmen. Saran saya, kalau menonton film ini, harus benar-benar teliti dan konsentrasi, karena miss satu scene saja mungkin akan membuat anda kehilangan kata kunci utama film ini. Segmen pertama, pada tahun 1800an mengisahkan seorang seorang pengacara muda Adam Ewing (Jim Sturgess) mengikuti pelayaran pasifik bersama dengan keluarganya yang pebisnis budak, dimana nyawanya terancam dan diselamatkan oleh seorang budak. Segmen kedua, tahun 1930 mengisahkan seorang komposer muda Robert Frobisher (Ben whisaw) yang bekerja pada seorang komposer lanjut usia Vyvyan Ayrs (Jim Broadbent). Pada segmen ketiga, di tahun 1970an seorang jurnalis Luisa Rey (Halle Berry) ayng secara tidak sengaja terlibat dalam suatu konspirasi reaktor nuklir. Segmen keempat, pada tahun 2012, bercerita tentang pemilik percetakan buku Timothy cavendish (jim broadbent) yang mengalami krisis dan terlibat hutang piutang. Di segmen kelima, beralih di masa depan tahun 2100an bercerita tentang manusia kloning Sonmin-451 (Donna Bae) yang menemukan sebuah kebenaran memuakkan tentang jati dirinya dan mencari kebebasan untuk hidup. Di segmen terakhir, pada masa post-appocalypse yang bercerita tentang kehidupan suku pedalaman yang didatangi oleh seoang manusia modern dan membeberkan apa yang sebenarnya terjadi di dunia yang di amabang kehancuran.

Bisa saya katakan, Cloud Atlas merupakan sebuah karya materpiece yang keren (IMO). Sinematografinya bener2 keren, score film ini meskipun hanya instrumental namun sangat sangat mengena. Memang, di awal film kita masih dibuat bingung dengan enam cerita yang saling meloncat dengan editing yang cepat. Lambat laun, akan ketahuan apa yang hendak disampaikan. Settingnya keren apalagi gambaran Neo Seoul, dan dipersiapkan dengan baik, siapa menyangka mulai dari tahun 1800 sampai post-appocalypse tergabung dalam satu jalinan cerita. Oh ya, jangan lupa make up nya totalitas! Anda mungkin tidak tahu kalau bintang film yang sama akan muncul berulang kali dengan karakter berbeda. A well-done, and a must-see movie. Selamat nonton dan ingat, teliti !

Overall: 8,9/10

Jumat, 05 April 2013

Review : GI JOE : RETALIATION

*movie review* 54th

G.I. JOE : RETALIATION

G.I JOE! Siapa yang gak tau film action satu ini yang diangkat dari mainan milik Hasbro, just like Transformers. Filmnya yang pertama yang dirilis pada tahun 2009 menampilkan berbagai aksi yang seru serta gadget-gadget yang bikin kita geleng-geleng kepala melihatnya. Sekuelnya yang sebenarnya direncanakan rilis agustus tahun 2012, namun mundur menjadi bulan maret 2013 karena alasan tertentu.

Sekuelnya yang bertitel "Retaliation" ini bersettingkan beberapa waktu setelah film yang pertama. Sesuai dengan judulnya, film ini menceritakan tentang pembalasan dendam anak buah komandan Cobra yang berhasil ditangkap dan di penjara pada film sebelumnya. Zartan, Storm-Shadow dan Firefly memiliki rencana jahat untuk mencoba membebaskan komandan Kobra dengan cara menguasai gedung putih. Zartan menculik presiden AS dan mengambil alih pemerintahan. Di saat GI JOE ditugaskan untuk melucuti senjata nuklir di Pakistan, pengkhianatanpun terjadi dan pasukan Cobra berencana menguasai bumi dengan perang nuklir. Apakah GI JOE berhasil mencegah rencana Cobra?

Tidak usah ditanya mengenai aksi yang ditampilkan film ini, sekuel GI JOE ini full action dengan gadget-gadget canggih yang memanjakan mata. Dalam sekuelnya ini, bertambah beberapa karakter baru seperti hadirnya Bruce Willis sebagai General Joseph Colton. View pegunungan salju himalaya yang ditampilkan disini sungguh menkajubkan dan satu memorable scene yang keren banget ditampilkan di gunung salju ini yang sangat sayang bila terlewatkan. Sepanjang film juga diselipkan guyonan yang mengundang tawa saya. Secara keseluruhan, film ini benar-benar fun dan enjoyable buat saya. Bagi para pecinta film action dan bertema militer, jangan lewatkan film ini.

Overall : 8/10

Kamis, 21 Maret 2013

REVIEW : THE CROODS




*Movie Review* Movie ticket No.53

THE CROODS

"If they don't evolve, they'll be history"

Ini dia film animasi pertama yang mengawali serangkaian film animasi yang akan hadir di tahun 2013 ini. Dalam hal film ini, Hollywood seakan tidak pernah kehabisan ide. Saya yakin semua hal yang ada di dunia ini telah dijadikan versi animasinya, dan kali ini Dreamworks mengambil tema dari dunia pra sejarah. Jikalau kita mengingat-ingat film yang bertemakan dunia masa pra sejarah, dan lebih spesifik lagi tentang manusia gua, maka pasti anda akan mengingat animasi "Flintstone" yang sempat booming serialnya di tahun 90'an.

The Croods sendiri berkisah tentang keluarga manusia gua yang menamai keluarga mereka sebagai keluarga Croods. Mereka hidup di jaman Croodacius sebagai manusia gua yang selalu bersembunyi di dalam gua dan takut akan hal baru yang bisa membahayakan nyawa mereka. Namun, Eep (Emma Stone) anak dari Grug (Nicolas Cage) yang memimpin keluarga Croods, tidak begitu menyukai kehidupannya yang cenderung monoton di dalam gua, Eep memiliki keingintahuan yang tinggi dan menyukai hal-hal baru. Di saat seluruh keluarga terlelap, Eep pergi dari gua dan secara tak sengaja bertemu dengan Guy (Ryan Ryelnods), seorang pemuda yang penuh ide dan berpandangan ke depan dan menjadi love-interestnya Eep. Suatu hari, kehidupan mereka berubah ketika gempa bumi menghancurkan gua mereka dan terpaksa mereka harus bergerak mencari tempat perlindungan. Di tengah perjalanan, Guy kembali muncul dengan sebuah solusi atas kebingungan keluarga Croods yang mencari tempat tinggal baru. Bersama dengan Guy, keluarga Croods menuju ''Masa depan" dan belajar menjadi manusia yang modern dan penuh ide. Namun, kedatangan Guy yang brilian tidak disukai Grug karena ia merasa perannya memimpin keluarganya terancam. Apakah The Croods berhasil menuju "Masa Depan" ? Apakah Grug dapat meninggalkan kebiasaan lamanya dan beralih ke pandangan yang lebih maju?

Dari segi cerita, sebetulnya film animasi dengan tema "petualangan mencari jati diri" seperti ini memiliki formula yang kurang lebih sama dengan animasi lain dengan tema serupa dan menurut saya tidak ada yang istimewa dari segi cerita. Dari segi visual, film ini sangat memanjakan mata dengan warna-warni yang indah. Seperempat bagian di awal film, film didominasi warna gelap, dan selanjutnya warna-warna muncul dan pasti lebih menyenangkan ditonton dalam format 3D. Karakter yang ditampilkan memiliki ciri khas tersendiri yang lucu dan menghibur serta menggemaskan. Film ini juga memiliki pesan moral yang lumayan mengena, yang intinya kita harus selalu berpandangan ke depan, dan hadapi rasa takutmu. Satu hal lagi yang saya sukai adalah soundtrack film ini dibuat oleh Owl City:D


Overall : 7,8/10